Dusha · Uncategorized

Akhirnya Saya Bisa Menyanyikan Lagu Taylor Swift — Juga Sedikit Daftar Tentang Mimpi

Apa yang bisa umur 22 lakukan terhadap hidupmu? Menyanyikan lagu Taylor Swift berjudul 22 dengan riang gembira. Tapi sayangnya, pertambahan umur bagi saya tidak seceria dan semilenial yang diceritakan lagu itu. Bertambahnya umur hanya cara lain bagi bumi untuk bilang, “I still let you live to wreck myself, little bitch.”Pesan itu jelas sekali. Setiap hari…… Continue reading Akhirnya Saya Bisa Menyanyikan Lagu Taylor Swift — Juga Sedikit Daftar Tentang Mimpi

Dusha

Mamah

(1) Ibuku selalu marah, seperti ada tungku api yang selalu menyala di dalam matanya. Ibuku selalu gusar, setiap subuh rajin menarik selimutku. Tidak hanya menjerang air, tapi juga melangkah ke sekolah ia setelahnya. Langkah kaki ibuku cepat dan tap-tap-tap (ia pendek, jadi seperti tergesa-gesa). Ibuku memotong-motong wortel untuk sup saja. Karena anaknya tak mau makan…… Continue reading Mamah

Dusha

Basa-Basi

Saya duduk. Membaca. Kamu duduk. Melihat saya. Saya tidak bisa basa-basi. Kamu juga tidak mau basa-basi. Yang hangat datang begitu saja. Lalu saya, serasanya saja, sudah secantik Mia Bustam. Lukanya tidak hilang, tapi membekas. Perlahan-lahan saya rasa juga akan menyatu bersama lukamu. Luka-luka kita itu, membuat cerita baru. Tinggal tunggu waktu perlahan-lahan berjalan anggun, dalam…… Continue reading Basa-Basi

Dusha · pengalaman

Bedak

Tiga puluh dua derajat Celcius. Matahari sedang tinggi-tingginya ketika saya dan AHW datang mengunjungi Pak Ertim untuk melakukan survey terkait perkara agraria yang terjadi di Karawang. Dia tidak berbicara banyak dan tidak berapi-api, tapi matanya memerah dan meredup tiap kali tim survey mengucapkan kata ‘garapan’. Anaknya yang perempuan menyambut di pintu, “Naon?” tanyanya curiga ketika…… Continue reading Bedak

Dusha

Bukan Jeda

Saya memang gadis cengeng. Tidak bisa sekalipun membaca karya-karya Pram tanpa meneteskan air mata. Mungkin karena dalam pencarian saya terhadap hakikat hidup, hanya Pram, bagi saya, yang tahu benar bagaimana melihat hidup. Di balik kesinisannya, di balik berapi-apinya setiap narasi yang dibangun. Saya melihat cinta. Bahwa keberadaan hidup adalah suatu keberadaan paradoksal dimana si baik…… Continue reading Bukan Jeda

Dusha

Guratan

Dari dulu, saya punya kebiasaan kalau marah atau sedih pasti baring-baring di kasur, sambil melihat langit-langit kamar saya. Kurang lebih yang bisa saya ingat, langit-langit kamar saya seperti ini: Tapi itu langit-langit kamar saya di Pekanbaru, bukan di tempat saya berada sekarang. Dan perbedaannya begitu besar. Kamar saya yang sekarang jauh lebih terang dan dingin…… Continue reading Guratan