pemikirian mini

[Paper Aing] Looking for Victims, Discourse of Communism in Indonesian Literature

women65
Act of Living photo series. Anne-Cecile Esteve/Asia Justice and Rights, 2015.

Bersama Feri Rahmat, saya menulis sebuah kritik sastra– semacam tanggapan dari membaca dua novel yang begitu disambut hangat. Dua novel tersebut sama-sama bertema narasi sejarah 1965 dengan judul, Pulang dan Amba. Awalnya, kami menyambut novel ini dengan senang. Bagi generasi muda seperti kami, keterbukaan sejarah jelas hal yang baik. Kami mengira, novel Pulang dan Amba akan memberi pandangan baru. Kesalahan paling fatal kami sebelum membaca dua novel tersebut adalah; sudah membaca zine-zine Boemipoetra, Foucault, dan paling endas bambang adalah Wijaya Herlambang. Sehingga, proses membaca dua novel tersebut adalah sebuah kecurigaan terhadap relasi kuasa dan status quo. Maka lahirlah tulisan ini, dan dipresentasikan 2014 lalu tepat pada tanggal 1 Oktober di International Conference on ASEAN Studies (ICONAS) Universitas Gajah Mada.

Feri, atau akrab dipanggil Mike, dan saya tidak terlalu tertarik dengan perdebatan ini sebenarnya. Kami adalah orang-orang di bibir panggung sejarah, cameo, tukang komentar yang tak berharap bikin onar yang tak penting. Kami hanya mengatakan apa yang kami lihat.

Tabik.

Unduh file di tautan berikut: Call for Paper – ICONAS Southeast Asian Literature Looking for Victims, Discourse of Communism in Indonesian Literature

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s