Dusha

Basa-Basi

Saya duduk. Membaca. Kamu duduk. Melihat saya. Saya tidak bisa basa-basi. Kamu juga tidak mau basa-basi. Yang hangat datang begitu saja. Lalu saya, serasanya saja, sudah secantik Mia Bustam. Lukanya tidak hilang, tapi membekas. Perlahan-lahan saya rasa juga akan menyatu bersama lukamu. Luka-luka kita itu, membuat cerita baru. Tinggal tunggu waktu perlahan-lahan berjalan anggun, dalam…… Continue reading Basa-Basi